Uncategorized

Sulitnya Rendah Hati

“Mas, oper sini, Mas,” ujar teman main futsal saat latihan rutin (Latrut) mahasiswa matematika UNNES Kamis (30/3/2017) malam lalu di Buana. Bola yang berada di kaki saya akhirnya terebut lawan karena saya memilih untuk “membawanya” sendirian.

Rendah hati, sifat yang saya pelajari setelah Latrut. Saya merasa rendah hati itu sulit, sombong itu mudah. Kenapa? Karena dipuji orang lain itu bisa menjadi suatu kebanggaan  tersendiri. Sebelumnya, menurut saya,  saya bisa mengolah bola secara baik sehingga bisa melewati beberapa lawan. Akan tetapi kesombongan muncul dalam diri saya. Pujian dari orang lain membuat saya terlena. Kekuatan kesombongan dalam mengolah emosi saya begitu besar sehingga meniadakan kerendahan hati saya. Saya merasa kecewa dengan melakukan kesalahan lewat keegoisan yang saya lakukan.

Setiap kita pasti dapat mengalami pengalaman yang serupa. Kesombongan, yang menjadi lawan dari sang kerendahan hati, selalu mengintai celah-celah yang bisa dia masuki dalam beberapa perilaku-perilaku pilihan kita. Rendah hati bisa jadi tenggelam oleh keterlenaan kita akan sesuatu yang unik/khas atau suatu kemajuan yang telah kita raih.

Melalui momen yang saya alami, saya lupa, rasa syukur belum tampak dalam kepribadian saya. Dengan bersyukur atas apa yang kita miliki atau pencapaian yang kita raih bisa menjadikan kita rendah hati. Tindakan tersebut membuat saya sadar bahwa ada kuasa di luar kemampuan saya yang membantu mewujudkannya. Kesadaran tersebut membuat saya lupa untuk menjadi pribadi yang sombong.

Futsal adalah permainan berkelompok. Namun bermain secara individual, dengan segala kemampuan tingkat tinggi, pun bisa meraih kemenangan. Akan tetapi dengan bermain secara kolektif dengan segala kemampuan yang dimiliki setiap anggotanya pastilah kemenganan tersebut mempunyai peluang yang lebih besar. Dari hal tersebut dapat dikatakan bahwa kesombongan dan keegoisan akan kurang menguntungkan apabila dengan dibandingkan dengan sikap rendah hati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s