Pengetahuan

Merenung Itu…

Himpunan air yang jatuh dari langit atau sering kita sebut sebagai hujan menghiasi Selasa (7/2/2017) malam syahdu. Gang sempit agak menajak di samping sebuah rumah dengan pepohonan tinggi di sampingnya saya lalui. Pertanda saya sudah sampai di depan rumah kontrakan saya. Dengan kelengkapan jas hujan tipe batman berwarna oranye cerah dengan celana berwarna merah pucatnya yang sejatinya bukanlah bagian darinya melindungi saya dari terpaan sang gerombolan air. Singkat cerita sampailah saya ke tempat di mana gravitasi sering kali terasa lebih besar, adalah kamar. Ruangan berbentuk balok dengan luas alas sekitar empat meter persegi dan tinggi kurang lebih lima meter menjadi tempat kesukaan.  Saya letakkan gawai di atas selimut merah wangi, tentu saja. Meja kecil, dengan 34 < x < 35 di mana x menyatakan tinggi meja dalam centimeter, ada di samping tempat tidur. Coba tebak apa saja yang ada di atasnya? Ada kipas angin putih kecil, satu buah botol bekas ukuran kecil dengan uang-uang koin mengisi kesendirian si botol, satu buah tempat air minum portabel dan balok dari kaca tanpa tutup dengan ikan berenang di sini, serta tiga buah buku menghiasi kesederhanaan ruang pribadi saya.

Buku dengan sampul berwarna hitam, kali ini, menjadi pilihan saya. Buku dengan judul “How to be a Brilliant Thinker”  karya Paul Sloane. Dengan judul yang ditulis dengan warna putih berhiaskan warna biru buku itu saya ambil. Saya beralih duduk di kasur dengan posisi bersila membuka-buka buku yang telah selesai saya baca tersebut. Dengan melihat daftar isi, saya tertarik mengulas kembali isi buku tersebut. Saya memilih bab kedua puluh yang bertuliskan “Merenung”. Sejenak saya terpikir, dari kata tersebut, terbayang dengan situasi di mana sebuah ruang yang sangat luas tersedia untuk saya namun saya hanya berdiam diri. Ternyata, itu hanya fantasi berlebihan. Dalam bab ini dituliskan rumusan-rumusan penting dari sebuah kata, merenung. Di antaranya adalah “mendengarkan”, “memperlambat ritme hidup”, “menentukan prioritas”, “pembersihan”, “menunda sejumlah keputusan”, “pengendapan”, “bermeditasi”, dan yang terakhir adalah “meluangkan waktu untuk bercermin”.  Kumpulan kata-kata yang memicu keingintahuan saya.

Nah, setelah saya baca perlahan, saya beritahukan sesuatu. “Mendengarkan”, perilaku yang masih perlu saya pelajari. Memaksakan sebuah situasi agar saya lebih diperhatikan lebih dominan saya lakukan dibandingkan mendengarkan dengan saksama. Dijelaskan bahwa seorang pemikir yang andal akan mendengarkan secara saksama beberapa hal yang penting sebelum membuat sebuah hipotesis atau solusi. Lanjut, “Memperlambat ritme hidup”. Memperlambat ritme hidup di sini bukan berarti menahan penuaan dini (khusus masalah ini silakan pilih produk yang cocok dengan kulit Anda). Meluangkan sedikit waktu untuk memikirkan hal-hal penting adalah arti sesungguhnya dari bagian ini. Disarankan saat pagi hari, coba, ambillah sedikitnya lima menit untuk mengidentifikasi prioritas dan bagaimana hal itu akan dijalani hari itu. Bukan seperti anak-anak hits yang mempunyai jargon “Dijalani aja dulu,” bukan. Nah selanjutnya saat malam hari sebelum tidur bisa menyempatkan juga untuk menelaah hal-hal penting yang telah terjadi dan menindaklanjutinya dengan memikirkan bagaimana dapat dilakukan secara lebih baik pada waktu mendatang. Selain itu, satu kegiatan wajib sebelum tidur lainnya, jangan lupa gosok gigi supaya monster-monster jahat tidak bisa hidup. Biarkan mereka dilawan oleh Ultraman yang terdapat dalam pasta gigi. “Menentukan prioritas” menjadi poin ketiga. Dijelaskan bahwa kita perlu membuat skala prioritas untuk tugas-tugas yang ada dan mengeliminasi masalah-masalah yang benar-benar kecil. Teringat akan skripsi saat membaca bagian ini. Maklum, sampai detik ini progres skripsi saya belum juga mengalami kemajuan yang signifikan. PES (gim sepak bola yang populer) menjadi tempat saya mengadu. Mengisi kehampaan menunggu tiap proses selesai. Kita masuk ke bagian “Pembersihan”. Disebutkan bahwa kita perlu membersihkan sampah dari meja, kantor, pikiran, dan hidup kita. Dari kegiatan itu bisa membantu kita mengumpulkan agenda-agenda penting yang perlu diselesaikan . Kalau masih kurang mantap bolehlah silakan bersihkan sampah-sampah di rumah kontrakan saya yang berisi empat kamar tidur ini. Anda bisa langsung menghubungi saya, mudah. Nah ada juga “Menunda sejumlah keputusan”. Buru-buru mengambil keputusan itu tidak baik. Mengumpulkan saran, bicara dengan lebih banyak orang, serta memikirkan konsekuensi perlu diperhatikan. Sehingga kita perlu memusatkan perhatian untuk membuat keputusan tercepat terbaik. “Pengendapan”, hal yang dibahas selanjutnya. Proses pengendapan, yang dijelaskan di buku ini, di antaranya (1) pahami masalah serinci mungkin, (2) pahami adanya kebutuhan untuk mencari sebuah solusi namun jangan tergesa-gesa untuk segera memperoleh penyelesaian, (3) lupakan masalah tersebut dan lakukan kegiatan yang sama sekali tidak berhubungan contohnya berolahraga, (4) pikirkan masalah tersebut di kemudian waktu. Tersisa dua pokok bahasan lagi. Dijelaskan pula “Bermeditasi” diperlukan sebagai bagian dari merenung. “Meluangkan waktu untuk bercermin” menjadi bagian terakhir. Terdapat empat pertanyaan dalam bagian ini yaitu (1) apa yang terjadi dan mengapa terjadi?, (2) bagaimana saya memikirkan dan merasai apa yang telah terjadi?, (3) apa yang dapat saya pelajari?, (4) apa yang perlu saya ubah.

Cukuplah ilmu untuk malam ini menurut saya. Sehingga saya tutup buku itu. Saya letakkan kembali ke meja kecil saya. Tebak apa yang saya lakukan selanjutnya? Tentu saja membagikan pengalaman ini ke situs ini sehingga bisa Anda baca sampai kalimat ini bukan? Baru setelah itu gosok gigi pastinya. Saya beranjak dari tempat tidur. Usai menggosok gigi saya kembali ke kamar tidur. Pintu saya kunci, saya tekan saklar lampu kamar sehingga padam. Saya selimuti tubuh saya. Terakhir dari semuanya, berdoa sebelum tidur.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s